Senin, 24 Oktober 2016

Waktu


 
Waktu adalah jawaban dari semua pertanyaan atas kehidupan manusia. Jangan salahkan waktu bila semuaya tak lagi sama, ada peran sang penjalan kehiupan yaitu kita sendiri, ingat tentang sikap kita sendiri, jangan terus berfikir bahwa benar sendri, ingat dan rasakan apa kebelakang tentang diri sebelum ini. semua yang terjadi di kehidupan pasti ada sebab dan akibat yang tak bisa di tolak. Baik, buruk,semua akan mendapat balasan. 

Waktu, terus berjalan, dan semoga kita akan terus berjalan, jangan tertinggal oleh waktu. Waktu itu penting karena tanpa waktu kita tak pernah mengenal aturan, begitu juga sebaliknya. Jalani kehidupan senyaman dan ,seindah yang di impikan,tapi ingat kita makhluk sosial yag tak bisa hidup sendiri, butuh seseorang untuk mendengarka kita, seseorang yang menemani kita, menerima apa adanya, sang makhluk ciptaa-Nya.

Janganlah menyesal tentang  pilihan hidup, hidup itu tak lepas dari pilihan, begit juga resiko  yang yang akan di terima kelak, jangan mengeluh, karena semua imbas yang harus di terima.
Tentang  kerumunan, dan berharap semoga bisa bersama kembali, semoga harapan ini di dengar olehNya. Waktu, selalu bersama kita di mana pun berada, kapanpun. Dan waktu pula yang mengingatkan, menyadarkan, dan berusahalah  memetik setiap setiap pelajaran kehidupan. Jangan biarkan Ego mengalahkan hati nurani. Semua tak akan sama, tapi manusia adalah makhluk yang selalu berharap, jika berharap jangan lupa pula,meminta padaNya, dan berusaha agar semua kembali sama. 

Masih adakah yang tertinggal? Masih,sangat banyak. masih juga? Dan apakah masih juga? Berharap pertanyaan terakhir, jawabanya sama seperti jawaban  pertama. Masih ingatkah, ku harap masih, yang terbaik yang terindah, dan tak terlupakan. Berhentilah berandai-andai, tapi itu manusiawi, jangan pula berharap, berharap boleh  Tapi jangan lupa berpijak pada kenyataan, dan ingat yang baik akan baik pula, manusia selalu berharap yang terbaik bagi kelangsungan hidupnya.
“berusahalah untuk tidak menjadi orang yag berhasil, tapi menjadi orang yang berguna.”-Albert Einstein.
                             

Jumat, 05 Agustus 2016

Masih Untukmu

Ingin berpaling
Mencari lalu menemukan sang pemeran pengganti
Melepaskan hati yang masih terikat
menghapus tiap kepingan masa lalu yang masih setia membelenggu
Tapi apa dayaku

Tuhan hanya menggrakan hatiku hanya untukmu
Ya,  hanya untukmu...
Sampai sekarang semua masih sama
Masih mengharapkn semua indah seperti dulu
Bodoh… 

Boleh kalian sebut aku bodoh
Dia yang belum tentu masih memikirkanku
Mungkin,dia juga sudah bahagia dengan pemeran penggantinya
Tapi aku justru masih disini
Dengan hati yang lama
Dengan isi yang sama, all about you.
Kau adalah gravitasiku
Membuatku kecanduan untuk selalu  bersamamu, menjalani kehidupan denganmu.
Ku berharap, kau adalah miliku, gravitasiku, hanya untuku.

Pemula, yang baru memulai.

Holla-holla.
WELCOME TO MY BLOG, EVERYBODY. HAP-PY.